Rabu, 19 Oktober 2011
Sabtu, 17 September 2011
laporan parkerin smk pgri 1 loamongan
LAPORAN PRAKERIN OTOMOTIF SMK Pgri 1lamongan P (http:wawan41.blogspot.com)
LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DI BENGKEL “Himma motor”
PURWOKERTO
Di Ajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Nasional (UAN/UNAS) Tahun Pelajaran 2011/2012
Dengan judul :
MEMPERBAIKI REM TROMOL DAN SISTIM SUSPENSI
Di Susun Oleh :
Nama :wawan hadiyanto
NIS :
Program Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
SMK pgri 1 lamongan
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
Jln. Simpang Jakgung Suprapto No..., Lamongan, Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKERIN
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan kurikulum yang dilaksanakan diluar sekolah, yang merupakan tugas akademik yang diberikan kepada para siswa yang duduk dikelas XII (dua belas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada semester V tahun pelajaran 20112012 dimana PRAKERIN ini sangat menentukan standar kualitas siswa yang bersangkutan pada jenjang pendidikan, yang bertujuan agar siswa dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan diharapkan siswa dapat menyerap ilmu dari bengkel.
B. TUJUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Setiap Pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia, maka didalam PRAKERIN mempunyai tujuan meliputi :
1. Tujuan Umum :
a. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan siswa sehingga menambah bekal dikemudian hari
b. Membekali siswa dengan pengalaman yang sebenarnya didunia kerja dengan masyarakat
c. Dapat melatih disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya
d. Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta
e. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk memantapkan dalam pengembangan dunia kerja
2. Tujuan Umum :
a. Untuk memantapkan ketrampilan siswa yang diperoleh disekolah
b. Agar siswa dapat mengembangkan teori pelajaran dari berpraktek langsung
c. Untuk membekali siswa dengan pengalaman didunia kerja sebagai bekal dimasa yang akan datang
d. Sebagai dasar kita mengambil data guna menyusun karya tulis atau laporan Praktek Kerja Industri
e. Sebagai syarat mengikuti UAS atau UAN
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam menyusun laporan Praktek Kerja Industri, PENYUSUN menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data, yaitu :
1. Metode Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diamati, yaitu dengan melihat langsung dari prakerin yang meliputi gedung lokasi, disiplin karyawan, cara kerja, cara perbaikan, komponen-komponen beserta kerusakan yang belum diperbaiki.
2. Interview (Wawancara)
Yaitu dengan berwawancara secara langsung dengan orang-orang yang mengetahui masalah atau persoalan yang diperlukan.
3. Metode Literature (Perpustakaan)
Yaitu penulis mencari maupun meminjam buku-buku mesin yang dapat diperoleh diperpustakaan ataupun ditoko-toko buku yang berguna untuk menambah data dalam pembuatan laporan.
4. Metode Praktek Langsung
Yaitu penulis mengadakan praktek agar mengetahui bagian-bagian, cara penyelesaian dan lain-lain sehingga mudah dalam memperoleh data yang diperlukan.
BAB II
MEMPERBAIKI SISTIM REM CAKRAM DAN SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN
A. DASAR TEORI REM TROMOL
1. Landasan Teori Umum
· Pengertian Rem
Rem adalah komponen pengontrol umum untuk mengontrol kendaraan dan lainnya, dengan gerakan antara bagian yang berputar yaitu piringan dengan kanvas.
Laju kendaraan harus dapat dihentikan dengan paksa, maksudnya tidak harus menunggu kendaraan berhenti dengan sendirinya. Hal ini untuk keselamatan, kemudahan dan efisiensi waktu.
a. Fungsi Rem :
Ø Mengontrol laju kendaraan saat berjalan
Ø Menghentikan kendaraan saat akan berhenti
Ø Menghentikan kendaraan saat parkir
b. Syarat Rem :
Ø Mempunyai daya pengereman yang baik
Ø Rem harus mudah diperiksa dan distel
Ø Mudah dalam pengoperasian
c. Macam-macam Rem :
Ø Menurut Tempatnya
1) Rem pada roda
2) Rem pada propeller shaft
Ø Menurut Letak
1) Rem tangan
2) Rem kaki
Ø Menurut konstruksinya
1) Rem Cakram
2) Rem tromol
Ø Menurut mekanisme penggeraknya
1) Rem Tromol
2) Rem hidrolik
3) Rem udara
4) Rem vacuum
5) Rem booster
Ø Gaya gerak rem tergantung pada :
1) Luas permukaan
2) Besarnya tekanan
2. Landasan Teori Khusus
Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
a. Komponen-komponen rem tromol :
1) Kanvas dan sepatu rem
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan cara dikeling yang berfungsi menekan putaran tromol rem pada saat kendaraan dihentikan.
2) Tromol rem
Fungsinya sebagai penahan putaran pada saat proses penggerakan berlangsung.
3) Silinder rod
Terdiri dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong septum rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
4) Piston
Fungsinya sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada master silinder yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut dilanjutkan oleh piston menekan masing-masing sepatu rem.
5) Baut penyetel
Fungsinya menyetal kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem dengan cara memutar ke kiri atau ke kanan baut penyetel.
6) Pegas pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula setelah melakukan pengereman.
7) Bleeder plug
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
8) Backing plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder roda.
b. Cara kerja rem tromol :
1) Pada saat pedal rem diinjak
Apabila pedal rem diinjak maka tuas master silinder akan mendorong piston dan minyak rem didalam master akan terdorong oleh piston ke dalam pipa saluran tinggi. Minyak rem didalam pipa akan diteruskan ke silinder roda. Pada silinder roda, piston akan mendorong kanvas sehingga akan terjadi pengereman.
2) Pada saat pedal dilepas
Apabila pedal dilepas maka pushrod akan bergerak mundur dan piston akan ikut bergerak mundur mengikuti pushrod. Karena pushrod tidak mampu mengalahkan tenagan pegas maka volume dalam ruang silinder membesar dan tekanan mengecil akibatnya pada sepatu rem akan kembali seperti semula.
I. Trouble Shooting Pada Rem Tromol
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Pengereman tidak bekerja
Pada saat pedal rem di injak trta[I kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi pengereman.
Penyebab :
1) Kekurangan minyak rem
2) Terdapat kebocoran pada pipa/sambungan
3) Silinder utama mengalami kebocoran
Cara mengatasi :
1) Tambahkan minyak rem
2) Cari bagian yang mengalami kebocoran dan perbaiki
3) Perbaiki kerusakan silinder utama
ü Rem bunyi
Penyebab :
1) Kanvas ren aus/rusak
2) Bantalan roda longgar
3) Kontak yang tidak tepat antara kanvas dan tromol
Cara mengatasi :
1) Ganti kanvas rem
2) Kelonggaran bantalan roda diperbaiki
3) Penyetelan kontak antara tromol dengan kanvas rem
B. Data Spesifikasi
Diameter dalam tromol
Srandart : 220 mm
Limit : 222 mm
Celah sepatu/kanvas dengan tromol
Standart : 7,5 mm
Limit : 3 mm
Pedal rem
Tinggi pedal : 154,7 – 164,7 mm
Gerak bebas pedal : 3-6 mm
Jarak cadangan prdal : > 65 mm
C. Alat dan Bahan
a. Mobil dengan rem tromol
b. Kunci roda
c. Dongkrak
d. Kunci pas 10-11
e. Kunci pas 12-13
f. Tang
h. Obeng
j. Jangka sorong
k. Majun
l. Kompressor dan minyak rem
D. Proses Kerja
Keselamatam kerja :
ü Menggunakan pakaian kerja
ü Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
ü Membongkar, merakit dan memasang sesuai prosedur
ü Meletakkan komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang telah disediakan
ü Apabila ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü Mematuhi peraturan bengkel
ü Menjaga kebersihan bengkel
E. Pembongkaran Rem Tromol
1) Angkat kendaraan dengan dongkrak
2) Kendorkan baut pengikat roda
3) Lepaskan roda
4) Lepaskan tutup tromol
5) Lepaskan sepatu rem
6) Lepas pegas pengembali
7) Lepas kabel rem tangan
8) Lepas tuas rem tangan
9) Lepas silinder roda
10) Lepas baut mounting silinder roda
11) Lepaskan cirdip kabel rem tangan dan rem tangan dari back plate
12) Lepas mur retainder roda
13) Gunakan STT untuk mengeluarkan shaft dengan back plat
14) Lepas back plate
F. Pemeriksaan Rem Tromol
1) Memeriksa tromol dari keausan, retak dan berkarat serta ukur diameter dalam tromol
2) Memeriksa ketebalan kanvas, bila ketebalan kanvas dibawah standart/limit maka kanvas harus diganti. Bila yang aus salah satu shoe maka penggantiannya harus 1 set
3) Memeriksa silinder roda dari keausan, kerusakan, retak dan berkarat
4) Periksa strut rem dari kerusakan
5) Periksa pegas-pegas dari karat aus dan lain-lain
6) Periksa tuas sepatu rem tangan dari kerusakan
G. Perbaikan Rem Tromol
1) Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan yang baru.
2) Mengganti piston cup
Piston cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3) Membleeding minyak rem
Minyak rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus di bleeding.
H. Pemasangan Rem Tromol
1) Memasang back plate rem ke axle belakang
a) Lumasi sealent joint seam pad axle housing dan back plat
b) Pasang axle shaft ke axle housing belakang
c) Kencangkan mur back plat rem
d) Pasang silinder roda dan kencangkan baut silinder roda mur pipa rem
e) Pasang kabel rem tangan ke back plate
2) Memasang silinder roda
a) Berikan water fight sealent ke silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
b) Pasangkan silinder roda ke back plate dan kencangkan bautnya
c) Sambungkan pipa rem ke silinder roda dan kencangkan murnya
d) Pasang plug cup ketempatnya
3) Memasang shoe
a) Rakitlah part yang telah silepas sebelumnya
b) Pasangkan penahan spring dengan menekan dan memutarkan pin penahan
4) Memasang tromol rem
a) Untuk mendapatkan celah maximum antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan ke bawah
b) Pasang tromol sesudah memastikan bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
c) Selesai melakukan pemasangan tekan pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol dengan shoe
5) Pasangkan roda dan kencangkan mur-murnya
6) Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan
I. Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d karenakan piston cup yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.
J. Pengetesan
1. Pengetesan dalam keadaan diam
Yaitu dengan jalan penekanan pedal agak terasa keras, pada reservoir minyak rem terlihat bergerak bersamaan dengan pedal rem yang diinjak.
2. Pengetesan dalam keadaan berjalan
Yaitu dengan pada saat kendaraan berjalan agak cepat lakukan pengereman secara tiba-tiba, hal ini dilakukan maju maupun mundur. Hal ini bartujuan untuk mengetahui kesetimbangan dari efek masing-masing roda.
B. DASAR TEORI SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN
1. Landasan Teori Umum
Sistim suspensi adalah suatu mekanisme yang dipasang antara rangka, body dan roda. Yang berfungsi untuk menahan dan meredam kejutan selain bermanfaat bagi umur kendaraan, suspensi juga sangat bermanfaat
Bagi pengemudi dan penumpang yaitu mereka lebih nyaman dalam mengemudikan kendaraan.
Getaran roda pada kendaraan atau mobil pada umunya diartikan sebagai gerakan yang terjadi pada spring weight, spring weight adalah berat mobil yang ditumpangi sistim suspensi. Gerakan yang mengakibatkan ujung depan dan ujung belakang mobil bergerak disekitar ttik berat kendaraan disebut piccing, gerakan kendaraan mengayun dari samping kanan ke samping kiri disebut rolling,sedangkan gerakan mobilke atas dan ke bawah disebut bouncing.
2. Landasan Teori Khusus
Pegas daun adalah pegas yang menitik beratkan pada kekuatan sehingga dapat menerima beban yang besar. Pegas yang digunakan menggunakan pegas semi epticical, jumlah pegas ada 5 lembar pada masing-masing roda. Tebal tiap lembar pegas kurang lebih 28 mm. dengan panjangyang berbeda-beda. Lembaran pegas disatukan menggunakan baut pengikat pada bagian tengah pegas dan clamp. Pada kedua ujung pegas no.1 atau pegas terpanjang di buat lobang sebagai tempat pemasangan pada gantungan rangka. Pegas daun yang dipasang pada rangka samping menggunakan 2 baut U dan plat.
Pada kedua ujung pegas diberi lapisan karet khusus untuk menghilangkan bunyi karena gesekan antara plat saat pegas daun bekerja menerima beban, agar karet tidak lepas maka diberikan penguat.
Komponen-komponen suspensi pegas daun :
1) Peredam kejutan
Fungsi untuk mendapatkan keseimbanagan yang sempurna.
2) Baud U
Berfungsi untuk menyatukan seluruh pegas sekaligus penghubungnya atau mengikat pada poros roda.
3) Iner clip
Berfungsi mengikat salah satu plat penyusun dengan plat lainya agar lebih menyatu.
4) Plat baud U
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
5) Unit penyangga
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
6) Karet pelapis
Berfungsi untuk melapisi anatara pelat baja yang satu dengan yang lainnya agar pada saat pemasangan tidak terjadi bunyi.
7) Baud inti fungsinya untuk mengikat seluruh plat baja menjadi satu kesatuan agar lebih kuat.
8) Lower dan upper arm
Berfungsi untuk dudukan suspensi pegas daun serta membebaskan roda untuk bergerak ke atas dan ke bawah.
II. Trouble Shooting Pada Suspensi Jenis Pegas Daun
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Kendaraan bergoyang/pantulanya tidak baik
Penyebab :
1) Peredam kejutnya patah
2) Mur pengikat baut U kurang kencang
Cara mengatasi :
1) Ganti peredam kejut yang patah
2) Kencangkan mur pengikat baut U sesuai spesifikasi.
ü Kendaraan tidak nyaman waktu dikendarai
Penyebab :
1) Pegas daun patah
2) Peredam kejut lepas/patah
Cara mengatasi :
1) Ganti pegas daun yang patah
2) Jika peredam kejut lepas pasang kembali dan jika patah harus diganti
B. Pemeriksaan Pendahuluan
Sebelum melakukan perbaikan, pasti ada yang timbul dari kendaraan tersebut, dan harus diperiksa terlebih dahulu. Tempatkan kendaraan pada tempat yang rata (diam dan belum ada beban) lalu tekan kendaraan apakah pegas daunya bekerja dengan baik ataukah tidak.
C. Alat dan Bahan
1. Kunci pas
2. Kunci ring
3. Kunci inggris
4. Kunci sock
5. Obeng (-) dan (+)
6. Palu
7. Feller gauge
8. Katrol
9. Tang jeit
10. Tang biasa
11. Kunci T
12. Kunci roda
13. Dongkrak
14. Ring expander
15. SST
D. Proses Kerja
1. Langkah keamanan
a) Carilah tempat yang rata dan bersih
b) Siapkan alat-alat yang dibutuhkan
c) Pakailah wearpack
2. Pembongkaran/melepas shock absorber belakang
a) Dongkrak kendaraan
b) Lepas mur mounting bawah
c) Leaskan mur mounting atas kemudian lepaskan shock absorbernya
3. Melepas pegas daun
a) Angkat kendaraan (dongkrak) dengan menggunakan shald rigid untuk menopang body kendaraan
Catatan : Janagan menggantungkan axle housing dengan menggunakan brake house atau pipa selang rem hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada house dan pipa. Gunakan stand untuk menompang axle housing seperti tampak pada gambar.
b) Lepaskan roda belakang dan clamp kabel rem tangan
c) Lepaskan baud dan mur U
d) Lepaskan mur dan pin chasis
e) Lepaskan mur baud depan leaf spring dan lepaskan spring
4. Melepas suspensi belakang
E. Pemeriksaan Suspensi Jenis Pegas Daun
1. Periksa shock absorber belakang dari :
Periksa dari kemungkinan aus dan kerusakan
a) Periksa busing-busing dari keruskan dan aus
b) Periksa dari kebocoran oli
c) Bila ada kelainan dari komponen yang diperiksa maka gantilah segera
2. Periksa daun bump stopper
Periksa dari kemungkinan kerusakan atau patah, jika terdapat kelainan maka gantilah segera lalu periksa bump stopper dari posisinya, bila tidak sesuai dengan ketentuan maka gantilah segera.
3. Periksa bush per daun
Periksa dari kerusakan atau aus, bila ada kerusakan gantilah segera.
4. Periksa wheel disk, mur dan bearing
a) Periksa wheel disk dari kebocoran, karat dan retak. Bila ada kelainan harus diganti
b) Periksa kekencangan mur wheel (roda) bila perlu kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
Momen pengencangan (@) : 1.013.0 kgm.
5. Periksa keadaaan bearing roda, dari ke rusakan pada saat mainnya roda.
Gunakan DTI (Dial Indikator)
Batas main “a” : 0.8 mm
Bila diluar batas main, gantilah segera
6. Dengan memutar roda, periksa bearing dari suara tidak normal, bila ada maka gantilah bearing.
F. Pemasangan Suspensi Jenis Pegas Daun
1. Pemasangan shock absorber
Langkah pemasangan shock absorber :
a) Pasang shock absorber
b) Kencangkan murnya sesuai dengan spesifikasi
· 2.2-3.5 Kg/m
· 3.5-5.5 Kg/m
c) Turunkan kendaraan
2. Pemasangan pegas
Catatan : Leaf spring kiri dan kanan dibuat tidak sama untuk prosedur pemasanganya pakailah baud rubber slippada spring yang terpasang dari arah dalam ke arah luar krndaraan.
Bersihkan pin brush dengan air/sabun.
Jangan memberikan oli pada brush
a) Pasang baud leaf spring dari arah luar kendaraan kea rah dalam
b) Pasang knuckle pin dari tengah ke luar kendaraan
c) Pasang baud dan mur U pada lubang dudukan spring dengan benar, kemudian kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
“a” : 8.0-1.0 kg/m
d) Kencangkan mur-mur pin dan mur spring depan sesuai dengan spesifikasinya.
Momen pengencangan :
“a” : 8.0-10.0 kg/cm
“b” : 4.0-5.0 kg/cm
e) Pasang kabel remt tangan dan clam dengan baik
f) Pasang roda belakang dan kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
g) Turunkan kendaraan
G. Perbaikan Suspensi Jenis Pegas Daun
a. Apabila pegas daun sudah robek/patah, maka dapat diperbaiki dengan disambung menggunakan las. Tetapi kekuatannya akan berkurang, jadi lebih baik diganti dengan yang baru.
b. Jika shock absorber sudah tidak dapat bekerja maka harus diganti.
c. Jika baud U dan inti ulirnya sudah aus maka harus segera diganti agar dapat mengikat dengan kuat jika tidak diganti akan timbul bunyi.
d. Apabila busing sudah pecah harus diganti jika tidak maka akan menjadi kerusakan saat menerima beban atau kejutan.
H. Kesimpulan
Pada beberapa jenis mobil (colt diesel 120) PS menggunakan suspensi roda kanan dan kiri dipasang diujung axle tunggal yang ditempatkan pada body. Axle rigid yang biasanya dibuat dari baja tempa pejal yang berbentuk “I” sehingga salah satu komponen suspensi roda belakang axle rigid pada colt diesel rusak contohnya, maka akan mempengaruhi mekanisme kerja dari sistim suspensi itu sendiri, dan juga banyak dari komponen-komponen suspensi roda belakang pada Suzuki carry contohnya yang rusak, perlu diperbaiki dan bahkan diganti dengan yang baru.
I. PENGUJIAN
a. Pengetesan dalam keadaan berhenti
Dalam keadaan berhenti komponen-komponen yang telah diganti dapat dites dengan cara digoyang-goyang dari dalam mobil apakah penolakan dari shock absorber sudah beres ataukah belum beres.
b. Pengetesan dalam keadaan berjalan
c. Apabila kendaraan dengan cepat atau pada jalan yangtidak rata akan mempengaruhi sistim suspensi. Maka pada sistim suspensi timbul reaksi dan apabila suspensi dapat bekerja dengan normal tidak timbul bunyi-bunyi benturan berarti suspensi sudah baik.
BAB III
LAMPIRAN
(lampiran berisi foto waktu praktek berlangsung sesuai laporan)
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Kesimpulan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Banyak sekali sistim pada kendaraan yang telah saya praktekan dibengkel “BANYUMAS SERVICE/YAMI” antara lain adalah sistim transmisi, sistim suspensi, sistim rem, sistim pengapian, sistim pendinginan, perbaikan body, kelistrikan dan masih banyak yang lainnya. Penulis mengambil salah satu sistim yang telah di praktekan yaitu “MEMPERBAIKI SISTIM REM TROMOL DAN SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN” .
Kegiatan prakerin sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah dengan didunia kerja secara nyata.
2. Kesimpulan tentang bengkel
Letak bengkel “HIMMA MOTOR” dengan mudah dapat dicari karena letak bengkel yang begitu strategis dan dengan didukung :
a. Management dalam bengkel yang sukup baik karena masing-masing karyawan melaksanakan tugas dengan semestinya.
b. Kesehatan serta keselamatan kerja karyawan sangat di perhatikan dan di utamakan.
c. Bengkel “BANYUMAS SERVICE/YAMI” merupakan bengkel yang telah lama berdiri dengan 5 montir berpengalaman .
3. Relevensi pelajaran disekolah dengan dunia kerja
Selama melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) dibengkel “BANYUMAS SERVICE/YAMI” penulis sedikit mengalami perbedaan pendapat, teori, dan praktek. Dilihat dari beberapa segi antara lain :
a. Segi bahasa
Dalam pemaikian bahasa disekolah masih asli dari pabriknya atau bahsa teknik, sedangkan dibengkel memakai bahsa umum yang sering dipakai pada bengkel-bengkel lainnya agar hubungan antara bengkel dan karyawan lancar karena penggunaan bahasa yang digunakan sama.
b. Segi pelayanan
Dalam teori disekolah saat memperbaiki kendaraan harus sesuai dengan ketentuan dari pabriknya, sedangkan dibengkel belum tentu sesuai dengan ketentuan dari pabriknya dan terkadang mengganti komponen dari suatu kendaraan bukan komponen aslinya, hal itulah yang patut menjadi acuan dari para pelajar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan didunia kerja yang sesungguhnya.
4. sikap kerja yang harus dimiliki para mekanik pemula pada saat dibengkel adalah :
a. Sabar dan teliti
b. Harus bisa menggunakan alat sesuai fungsinya
c. Harus bisa mengerti dan biasa mengerjakan masalah apa yang sedang dihadapi
d. Harus bisa menjaga keselamatan kerja
e. Efisiensi terhadap waktu
5. Juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dibengkel dan menjalin kerja sama yang baik dengan montir, terutama montir yang sudah senior.
B. Saran-saran
1. Saran untuk sekolah :
a. Melengkapi sarana dan prasarana untuk praktek disekolah
b. Menyediakan peralatan praktek yang lebih maju sesuai dengan perkembangan teknologi
c. Mengutamakna guru-guru pengajar yang lebih handal
d. Pihak sekolah memberikan teori sejelas-jelasnya dalam pelajaran dan praktek agar siswa dapat menerapkannya didunia kerja dengan mudah
e. Pihak sekolah mengadakan kerjasama dengan pihak bengkel/industri untuk memepermudah siswanya dalam melaksanakan prakerin
f. Pihak sekolah memberikan penambahan teori mengenai teknologi terbaru yang selama ini sudah berkembang
2. Saran untuk bengkel :
a. Meningkatakn salinan komunikasi antara siswa praktek kerja industri dan mekanik
b. Kerjasama antara pembimbing dengan siswa praktek kerja industri senantiasa harus diperhatikan
c. Kelengkapan alat masing-masing mekanik perlu ditambahkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memperabiki kendaraan dan siswa yang sedang melaksanakan prakerin juga bisa mempelajarinya
LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DI BENGKEL “Himma motor”
PURWOKERTO
Di Ajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Nasional (UAN/UNAS) Tahun Pelajaran 2011/2012
Dengan judul :
MEMPERBAIKI REM TROMOL DAN SISTIM SUSPENSI
Di Susun Oleh :
Nama :wawan hadiyanto
NIS :
Program Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
SMK pgri 1 lamongan
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
Jln. Simpang Jakgung Suprapto No..., Lamongan, Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKERIN
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan kurikulum yang dilaksanakan diluar sekolah, yang merupakan tugas akademik yang diberikan kepada para siswa yang duduk dikelas XII (dua belas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada semester V tahun pelajaran 20112012 dimana PRAKERIN ini sangat menentukan standar kualitas siswa yang bersangkutan pada jenjang pendidikan, yang bertujuan agar siswa dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan diharapkan siswa dapat menyerap ilmu dari bengkel.
B. TUJUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Setiap Pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia, maka didalam PRAKERIN mempunyai tujuan meliputi :
1. Tujuan Umum :
a. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan siswa sehingga menambah bekal dikemudian hari
b. Membekali siswa dengan pengalaman yang sebenarnya didunia kerja dengan masyarakat
c. Dapat melatih disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya
d. Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta
e. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk memantapkan dalam pengembangan dunia kerja
2. Tujuan Umum :
a. Untuk memantapkan ketrampilan siswa yang diperoleh disekolah
b. Agar siswa dapat mengembangkan teori pelajaran dari berpraktek langsung
c. Untuk membekali siswa dengan pengalaman didunia kerja sebagai bekal dimasa yang akan datang
d. Sebagai dasar kita mengambil data guna menyusun karya tulis atau laporan Praktek Kerja Industri
e. Sebagai syarat mengikuti UAS atau UAN
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam menyusun laporan Praktek Kerja Industri, PENYUSUN menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data, yaitu :
1. Metode Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diamati, yaitu dengan melihat langsung dari prakerin yang meliputi gedung lokasi, disiplin karyawan, cara kerja, cara perbaikan, komponen-komponen beserta kerusakan yang belum diperbaiki.
2. Interview (Wawancara)
Yaitu dengan berwawancara secara langsung dengan orang-orang yang mengetahui masalah atau persoalan yang diperlukan.
3. Metode Literature (Perpustakaan)
Yaitu penulis mencari maupun meminjam buku-buku mesin yang dapat diperoleh diperpustakaan ataupun ditoko-toko buku yang berguna untuk menambah data dalam pembuatan laporan.
4. Metode Praktek Langsung
Yaitu penulis mengadakan praktek agar mengetahui bagian-bagian, cara penyelesaian dan lain-lain sehingga mudah dalam memperoleh data yang diperlukan.
BAB II
MEMPERBAIKI SISTIM REM CAKRAM DAN SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN
A. DASAR TEORI REM TROMOL
1. Landasan Teori Umum
· Pengertian Rem
Rem adalah komponen pengontrol umum untuk mengontrol kendaraan dan lainnya, dengan gerakan antara bagian yang berputar yaitu piringan dengan kanvas.
Laju kendaraan harus dapat dihentikan dengan paksa, maksudnya tidak harus menunggu kendaraan berhenti dengan sendirinya. Hal ini untuk keselamatan, kemudahan dan efisiensi waktu.
a. Fungsi Rem :
Ø Mengontrol laju kendaraan saat berjalan
Ø Menghentikan kendaraan saat akan berhenti
Ø Menghentikan kendaraan saat parkir
b. Syarat Rem :
Ø Mempunyai daya pengereman yang baik
Ø Rem harus mudah diperiksa dan distel
Ø Mudah dalam pengoperasian
c. Macam-macam Rem :
Ø Menurut Tempatnya
1) Rem pada roda
2) Rem pada propeller shaft
Ø Menurut Letak
1) Rem tangan
2) Rem kaki
Ø Menurut konstruksinya
1) Rem Cakram
2) Rem tromol
Ø Menurut mekanisme penggeraknya
1) Rem Tromol
2) Rem hidrolik
3) Rem udara
4) Rem vacuum
5) Rem booster
Ø Gaya gerak rem tergantung pada :
1) Luas permukaan
2) Besarnya tekanan
2. Landasan Teori Khusus
Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
a. Komponen-komponen rem tromol :
1) Kanvas dan sepatu rem
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan cara dikeling yang berfungsi menekan putaran tromol rem pada saat kendaraan dihentikan.
2) Tromol rem
Fungsinya sebagai penahan putaran pada saat proses penggerakan berlangsung.
3) Silinder rod
Terdiri dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong septum rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
4) Piston
Fungsinya sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada master silinder yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut dilanjutkan oleh piston menekan masing-masing sepatu rem.
5) Baut penyetel
Fungsinya menyetal kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem dengan cara memutar ke kiri atau ke kanan baut penyetel.
6) Pegas pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula setelah melakukan pengereman.
7) Bleeder plug
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
8) Backing plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder roda.
b. Cara kerja rem tromol :
1) Pada saat pedal rem diinjak
Apabila pedal rem diinjak maka tuas master silinder akan mendorong piston dan minyak rem didalam master akan terdorong oleh piston ke dalam pipa saluran tinggi. Minyak rem didalam pipa akan diteruskan ke silinder roda. Pada silinder roda, piston akan mendorong kanvas sehingga akan terjadi pengereman.
2) Pada saat pedal dilepas
Apabila pedal dilepas maka pushrod akan bergerak mundur dan piston akan ikut bergerak mundur mengikuti pushrod. Karena pushrod tidak mampu mengalahkan tenagan pegas maka volume dalam ruang silinder membesar dan tekanan mengecil akibatnya pada sepatu rem akan kembali seperti semula.
I. Trouble Shooting Pada Rem Tromol
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Pengereman tidak bekerja
Pada saat pedal rem di injak trta[I kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi pengereman.
Penyebab :
1) Kekurangan minyak rem
2) Terdapat kebocoran pada pipa/sambungan
3) Silinder utama mengalami kebocoran
Cara mengatasi :
1) Tambahkan minyak rem
2) Cari bagian yang mengalami kebocoran dan perbaiki
3) Perbaiki kerusakan silinder utama
ü Rem bunyi
Penyebab :
1) Kanvas ren aus/rusak
2) Bantalan roda longgar
3) Kontak yang tidak tepat antara kanvas dan tromol
Cara mengatasi :
1) Ganti kanvas rem
2) Kelonggaran bantalan roda diperbaiki
3) Penyetelan kontak antara tromol dengan kanvas rem
B. Data Spesifikasi
Diameter dalam tromol
Srandart : 220 mm
Limit : 222 mm
Celah sepatu/kanvas dengan tromol
Standart : 7,5 mm
Limit : 3 mm
Pedal rem
Tinggi pedal : 154,7 – 164,7 mm
Gerak bebas pedal : 3-6 mm
Jarak cadangan prdal : > 65 mm
C. Alat dan Bahan
a. Mobil dengan rem tromol
b. Kunci roda
c. Dongkrak
d. Kunci pas 10-11
e. Kunci pas 12-13
f. Tang
h. Obeng
j. Jangka sorong
k. Majun
l. Kompressor dan minyak rem
D. Proses Kerja
Keselamatam kerja :
ü Menggunakan pakaian kerja
ü Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
ü Membongkar, merakit dan memasang sesuai prosedur
ü Meletakkan komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang telah disediakan
ü Apabila ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü Mematuhi peraturan bengkel
ü Menjaga kebersihan bengkel
E. Pembongkaran Rem Tromol
1) Angkat kendaraan dengan dongkrak
2) Kendorkan baut pengikat roda
3) Lepaskan roda
4) Lepaskan tutup tromol
5) Lepaskan sepatu rem
6) Lepas pegas pengembali
7) Lepas kabel rem tangan
8) Lepas tuas rem tangan
9) Lepas silinder roda
10) Lepas baut mounting silinder roda
11) Lepaskan cirdip kabel rem tangan dan rem tangan dari back plate
12) Lepas mur retainder roda
13) Gunakan STT untuk mengeluarkan shaft dengan back plat
14) Lepas back plate
F. Pemeriksaan Rem Tromol
1) Memeriksa tromol dari keausan, retak dan berkarat serta ukur diameter dalam tromol
2) Memeriksa ketebalan kanvas, bila ketebalan kanvas dibawah standart/limit maka kanvas harus diganti. Bila yang aus salah satu shoe maka penggantiannya harus 1 set
3) Memeriksa silinder roda dari keausan, kerusakan, retak dan berkarat
4) Periksa strut rem dari kerusakan
5) Periksa pegas-pegas dari karat aus dan lain-lain
6) Periksa tuas sepatu rem tangan dari kerusakan
G. Perbaikan Rem Tromol
1) Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan yang baru.
2) Mengganti piston cup
Piston cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3) Membleeding minyak rem
Minyak rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus di bleeding.
H. Pemasangan Rem Tromol
1) Memasang back plate rem ke axle belakang
a) Lumasi sealent joint seam pad axle housing dan back plat
b) Pasang axle shaft ke axle housing belakang
c) Kencangkan mur back plat rem
d) Pasang silinder roda dan kencangkan baut silinder roda mur pipa rem
e) Pasang kabel rem tangan ke back plate
2) Memasang silinder roda
a) Berikan water fight sealent ke silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
b) Pasangkan silinder roda ke back plate dan kencangkan bautnya
c) Sambungkan pipa rem ke silinder roda dan kencangkan murnya
d) Pasang plug cup ketempatnya
3) Memasang shoe
a) Rakitlah part yang telah silepas sebelumnya
b) Pasangkan penahan spring dengan menekan dan memutarkan pin penahan
4) Memasang tromol rem
a) Untuk mendapatkan celah maximum antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan ke bawah
b) Pasang tromol sesudah memastikan bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
c) Selesai melakukan pemasangan tekan pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol dengan shoe
5) Pasangkan roda dan kencangkan mur-murnya
6) Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan
I. Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d karenakan piston cup yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.
J. Pengetesan
1. Pengetesan dalam keadaan diam
Yaitu dengan jalan penekanan pedal agak terasa keras, pada reservoir minyak rem terlihat bergerak bersamaan dengan pedal rem yang diinjak.
2. Pengetesan dalam keadaan berjalan
Yaitu dengan pada saat kendaraan berjalan agak cepat lakukan pengereman secara tiba-tiba, hal ini dilakukan maju maupun mundur. Hal ini bartujuan untuk mengetahui kesetimbangan dari efek masing-masing roda.
B. DASAR TEORI SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN
1. Landasan Teori Umum
Sistim suspensi adalah suatu mekanisme yang dipasang antara rangka, body dan roda. Yang berfungsi untuk menahan dan meredam kejutan selain bermanfaat bagi umur kendaraan, suspensi juga sangat bermanfaat
Bagi pengemudi dan penumpang yaitu mereka lebih nyaman dalam mengemudikan kendaraan.
Getaran roda pada kendaraan atau mobil pada umunya diartikan sebagai gerakan yang terjadi pada spring weight, spring weight adalah berat mobil yang ditumpangi sistim suspensi. Gerakan yang mengakibatkan ujung depan dan ujung belakang mobil bergerak disekitar ttik berat kendaraan disebut piccing, gerakan kendaraan mengayun dari samping kanan ke samping kiri disebut rolling,sedangkan gerakan mobilke atas dan ke bawah disebut bouncing.
2. Landasan Teori Khusus
Pegas daun adalah pegas yang menitik beratkan pada kekuatan sehingga dapat menerima beban yang besar. Pegas yang digunakan menggunakan pegas semi epticical, jumlah pegas ada 5 lembar pada masing-masing roda. Tebal tiap lembar pegas kurang lebih 28 mm. dengan panjangyang berbeda-beda. Lembaran pegas disatukan menggunakan baut pengikat pada bagian tengah pegas dan clamp. Pada kedua ujung pegas no.1 atau pegas terpanjang di buat lobang sebagai tempat pemasangan pada gantungan rangka. Pegas daun yang dipasang pada rangka samping menggunakan 2 baut U dan plat.
Pada kedua ujung pegas diberi lapisan karet khusus untuk menghilangkan bunyi karena gesekan antara plat saat pegas daun bekerja menerima beban, agar karet tidak lepas maka diberikan penguat.
Komponen-komponen suspensi pegas daun :
1) Peredam kejutan
Fungsi untuk mendapatkan keseimbanagan yang sempurna.
2) Baud U
Berfungsi untuk menyatukan seluruh pegas sekaligus penghubungnya atau mengikat pada poros roda.
3) Iner clip
Berfungsi mengikat salah satu plat penyusun dengan plat lainya agar lebih menyatu.
4) Plat baud U
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
5) Unit penyangga
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
6) Karet pelapis
Berfungsi untuk melapisi anatara pelat baja yang satu dengan yang lainnya agar pada saat pemasangan tidak terjadi bunyi.
7) Baud inti fungsinya untuk mengikat seluruh plat baja menjadi satu kesatuan agar lebih kuat.
8) Lower dan upper arm
Berfungsi untuk dudukan suspensi pegas daun serta membebaskan roda untuk bergerak ke atas dan ke bawah.
II. Trouble Shooting Pada Suspensi Jenis Pegas Daun
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Kendaraan bergoyang/pantulanya tidak baik
Penyebab :
1) Peredam kejutnya patah
2) Mur pengikat baut U kurang kencang
Cara mengatasi :
1) Ganti peredam kejut yang patah
2) Kencangkan mur pengikat baut U sesuai spesifikasi.
ü Kendaraan tidak nyaman waktu dikendarai
Penyebab :
1) Pegas daun patah
2) Peredam kejut lepas/patah
Cara mengatasi :
1) Ganti pegas daun yang patah
2) Jika peredam kejut lepas pasang kembali dan jika patah harus diganti
B. Pemeriksaan Pendahuluan
Sebelum melakukan perbaikan, pasti ada yang timbul dari kendaraan tersebut, dan harus diperiksa terlebih dahulu. Tempatkan kendaraan pada tempat yang rata (diam dan belum ada beban) lalu tekan kendaraan apakah pegas daunya bekerja dengan baik ataukah tidak.
C. Alat dan Bahan
1. Kunci pas
2. Kunci ring
3. Kunci inggris
4. Kunci sock
5. Obeng (-) dan (+)
6. Palu
7. Feller gauge
8. Katrol
9. Tang jeit
10. Tang biasa
11. Kunci T
12. Kunci roda
13. Dongkrak
14. Ring expander
15. SST
D. Proses Kerja
1. Langkah keamanan
a) Carilah tempat yang rata dan bersih
b) Siapkan alat-alat yang dibutuhkan
c) Pakailah wearpack
2. Pembongkaran/melepas shock absorber belakang
a) Dongkrak kendaraan
b) Lepas mur mounting bawah
c) Leaskan mur mounting atas kemudian lepaskan shock absorbernya
3. Melepas pegas daun
a) Angkat kendaraan (dongkrak) dengan menggunakan shald rigid untuk menopang body kendaraan
Catatan : Janagan menggantungkan axle housing dengan menggunakan brake house atau pipa selang rem hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada house dan pipa. Gunakan stand untuk menompang axle housing seperti tampak pada gambar.
b) Lepaskan roda belakang dan clamp kabel rem tangan
c) Lepaskan baud dan mur U
d) Lepaskan mur dan pin chasis
e) Lepaskan mur baud depan leaf spring dan lepaskan spring
4. Melepas suspensi belakang
E. Pemeriksaan Suspensi Jenis Pegas Daun
1. Periksa shock absorber belakang dari :
Periksa dari kemungkinan aus dan kerusakan
a) Periksa busing-busing dari keruskan dan aus
b) Periksa dari kebocoran oli
c) Bila ada kelainan dari komponen yang diperiksa maka gantilah segera
2. Periksa daun bump stopper
Periksa dari kemungkinan kerusakan atau patah, jika terdapat kelainan maka gantilah segera lalu periksa bump stopper dari posisinya, bila tidak sesuai dengan ketentuan maka gantilah segera.
3. Periksa bush per daun
Periksa dari kerusakan atau aus, bila ada kerusakan gantilah segera.
4. Periksa wheel disk, mur dan bearing
a) Periksa wheel disk dari kebocoran, karat dan retak. Bila ada kelainan harus diganti
b) Periksa kekencangan mur wheel (roda) bila perlu kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
Momen pengencangan (@) : 1.013.0 kgm.
5. Periksa keadaaan bearing roda, dari ke rusakan pada saat mainnya roda.
Gunakan DTI (Dial Indikator)
Batas main “a” : 0.8 mm
Bila diluar batas main, gantilah segera
6. Dengan memutar roda, periksa bearing dari suara tidak normal, bila ada maka gantilah bearing.
F. Pemasangan Suspensi Jenis Pegas Daun
1. Pemasangan shock absorber
Langkah pemasangan shock absorber :
a) Pasang shock absorber
b) Kencangkan murnya sesuai dengan spesifikasi
· 2.2-3.5 Kg/m
· 3.5-5.5 Kg/m
c) Turunkan kendaraan
2. Pemasangan pegas
Catatan : Leaf spring kiri dan kanan dibuat tidak sama untuk prosedur pemasanganya pakailah baud rubber slippada spring yang terpasang dari arah dalam ke arah luar krndaraan.
Bersihkan pin brush dengan air/sabun.
Jangan memberikan oli pada brush
a) Pasang baud leaf spring dari arah luar kendaraan kea rah dalam
b) Pasang knuckle pin dari tengah ke luar kendaraan
c) Pasang baud dan mur U pada lubang dudukan spring dengan benar, kemudian kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
“a” : 8.0-1.0 kg/m
d) Kencangkan mur-mur pin dan mur spring depan sesuai dengan spesifikasinya.
Momen pengencangan :
“a” : 8.0-10.0 kg/cm
“b” : 4.0-5.0 kg/cm
e) Pasang kabel remt tangan dan clam dengan baik
f) Pasang roda belakang dan kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
g) Turunkan kendaraan
G. Perbaikan Suspensi Jenis Pegas Daun
a. Apabila pegas daun sudah robek/patah, maka dapat diperbaiki dengan disambung menggunakan las. Tetapi kekuatannya akan berkurang, jadi lebih baik diganti dengan yang baru.
b. Jika shock absorber sudah tidak dapat bekerja maka harus diganti.
c. Jika baud U dan inti ulirnya sudah aus maka harus segera diganti agar dapat mengikat dengan kuat jika tidak diganti akan timbul bunyi.
d. Apabila busing sudah pecah harus diganti jika tidak maka akan menjadi kerusakan saat menerima beban atau kejutan.
H. Kesimpulan
Pada beberapa jenis mobil (colt diesel 120) PS menggunakan suspensi roda kanan dan kiri dipasang diujung axle tunggal yang ditempatkan pada body. Axle rigid yang biasanya dibuat dari baja tempa pejal yang berbentuk “I” sehingga salah satu komponen suspensi roda belakang axle rigid pada colt diesel rusak contohnya, maka akan mempengaruhi mekanisme kerja dari sistim suspensi itu sendiri, dan juga banyak dari komponen-komponen suspensi roda belakang pada Suzuki carry contohnya yang rusak, perlu diperbaiki dan bahkan diganti dengan yang baru.
I. PENGUJIAN
a. Pengetesan dalam keadaan berhenti
Dalam keadaan berhenti komponen-komponen yang telah diganti dapat dites dengan cara digoyang-goyang dari dalam mobil apakah penolakan dari shock absorber sudah beres ataukah belum beres.
b. Pengetesan dalam keadaan berjalan
c. Apabila kendaraan dengan cepat atau pada jalan yangtidak rata akan mempengaruhi sistim suspensi. Maka pada sistim suspensi timbul reaksi dan apabila suspensi dapat bekerja dengan normal tidak timbul bunyi-bunyi benturan berarti suspensi sudah baik.
BAB III
LAMPIRAN
(lampiran berisi foto waktu praktek berlangsung sesuai laporan)
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Kesimpulan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Banyak sekali sistim pada kendaraan yang telah saya praktekan dibengkel “BANYUMAS SERVICE/YAMI” antara lain adalah sistim transmisi, sistim suspensi, sistim rem, sistim pengapian, sistim pendinginan, perbaikan body, kelistrikan dan masih banyak yang lainnya. Penulis mengambil salah satu sistim yang telah di praktekan yaitu “MEMPERBAIKI SISTIM REM TROMOL DAN SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN” .
Kegiatan prakerin sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah dengan didunia kerja secara nyata.
2. Kesimpulan tentang bengkel
Letak bengkel “HIMMA MOTOR” dengan mudah dapat dicari karena letak bengkel yang begitu strategis dan dengan didukung :
a. Management dalam bengkel yang sukup baik karena masing-masing karyawan melaksanakan tugas dengan semestinya.
b. Kesehatan serta keselamatan kerja karyawan sangat di perhatikan dan di utamakan.
c. Bengkel “BANYUMAS SERVICE/YAMI” merupakan bengkel yang telah lama berdiri dengan 5 montir berpengalaman .
3. Relevensi pelajaran disekolah dengan dunia kerja
Selama melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) dibengkel “BANYUMAS SERVICE/YAMI” penulis sedikit mengalami perbedaan pendapat, teori, dan praktek. Dilihat dari beberapa segi antara lain :
a. Segi bahasa
Dalam pemaikian bahasa disekolah masih asli dari pabriknya atau bahsa teknik, sedangkan dibengkel memakai bahsa umum yang sering dipakai pada bengkel-bengkel lainnya agar hubungan antara bengkel dan karyawan lancar karena penggunaan bahasa yang digunakan sama.
b. Segi pelayanan
Dalam teori disekolah saat memperbaiki kendaraan harus sesuai dengan ketentuan dari pabriknya, sedangkan dibengkel belum tentu sesuai dengan ketentuan dari pabriknya dan terkadang mengganti komponen dari suatu kendaraan bukan komponen aslinya, hal itulah yang patut menjadi acuan dari para pelajar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan didunia kerja yang sesungguhnya.
4. sikap kerja yang harus dimiliki para mekanik pemula pada saat dibengkel adalah :
a. Sabar dan teliti
b. Harus bisa menggunakan alat sesuai fungsinya
c. Harus bisa mengerti dan biasa mengerjakan masalah apa yang sedang dihadapi
d. Harus bisa menjaga keselamatan kerja
e. Efisiensi terhadap waktu
5. Juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dibengkel dan menjalin kerja sama yang baik dengan montir, terutama montir yang sudah senior.
B. Saran-saran
1. Saran untuk sekolah :
a. Melengkapi sarana dan prasarana untuk praktek disekolah
b. Menyediakan peralatan praktek yang lebih maju sesuai dengan perkembangan teknologi
c. Mengutamakna guru-guru pengajar yang lebih handal
d. Pihak sekolah memberikan teori sejelas-jelasnya dalam pelajaran dan praktek agar siswa dapat menerapkannya didunia kerja dengan mudah
e. Pihak sekolah mengadakan kerjasama dengan pihak bengkel/industri untuk memepermudah siswanya dalam melaksanakan prakerin
f. Pihak sekolah memberikan penambahan teori mengenai teknologi terbaru yang selama ini sudah berkembang
2. Saran untuk bengkel :
a. Meningkatakn salinan komunikasi antara siswa praktek kerja industri dan mekanik
b. Kerjasama antara pembimbing dengan siswa praktek kerja industri senantiasa harus diperhatikan
c. Kelengkapan alat masing-masing mekanik perlu ditambahkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memperabiki kendaraan dan siswa yang sedang melaksanakan prakerin juga bisa mempelajarinya
Rabu, 31 Agustus 2011
dowload berbagai game
bila anda ingin 1 aplikasi dg bebagai game klik link di bawah
<title>berbagia game].rar</title>
<title>berbagia game].rar</title>
Jumat, 26 Agustus 2011
DOWNLOAD VIGILANTE 8 PS1

Game ini adalah "kakaknya"Game VIGILANTE 8 2ND OFFENSE atau bisa dibilang versi awal dari VIGILANTE 8 2ND OFFENSE. Walaupun game ini versi awal tapi game ini ga kalah seru dengan versi 2ND OFFENSE.Sama seperti "adiknya", game vigilante ini penuh dengan tips dan trik sehingga makin seru aja untuk dimainkan, contohnya pada tempat bersalju coba saja hancurkan semua pohon yang ada maka akan turun bola-bola salju yang sangat besar dan banyak,hehehe.
Bisa dibilang dengan menghancurkan semua pohon yang ada sama saja dengan menyebabkan pemanasan global sehingga bola-bola salju turun dengan derasnya. Cukup memberikan pesan moral kepada pemainnya.
Langsung saja sedot dan mainkan gamenya.
DOWNLOAD:
VIGILANTE 8 448 MB (DIRECT)
MIRROR:

Game ini adalah "kakaknya"Game VIGILANTE 8 2ND OFFENSE atau bisa dibilang versi awal dari VIGILANTE 8 2ND OFFENSE. Walaupun game ini versi awal tapi game ini ga kalah seru dengan versi 2ND OFFENSE.Sama seperti "adiknya", game vigilante ini penuh dengan tips dan trik sehingga makin seru aja untuk dimainkan, contohnya pada tempat bersalju coba saja hancurkan semua pohon yang ada maka akan turun bola-bola salju yang sangat besar dan banyak,hehehe. 

Bisa dibilang dengan menghancurkan semua pohon yang ada sama saja dengan menyebabkan pemanasan global sehingga bola-bola salju turun dengan derasnya. Cukup memberikan pesan moral kepada pemainnya.
Langsung saja sedot dan mainkan gamenya.

DOWNLOAD:
VIGILANTE 8 448 MB (DIRECT)
MIRROR:
harvestmooon
game harvestmooon adalah game yg mengatur kebun dan
berternak apabila anda berminat untuk dowload klik link berikut
Kamis, 18 Agustus 2011
Selasa, 17 Mei 2011
mancing
Tips Memancing
Selasa, 23 Juni 2009
Tips Mancing
Tip - Tip Mancing
Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. KENUR / KENUR UTAMA / TALI PANCING (Line)
2. PENGGANJAL KENUR (Line backing)
3. TALI GANDA (Double line)
Penggunaan tali ganda tidak diharuskan, namun apabila digunakan harus memenuhi persyaratan berikut :
4. TALI PANDU (Leader)
Penggunaan tali pandu tidak diharuskan, namun apabila digunakan harus memenuhi persyaratan benkut :
Ukuran tertera untuk mancing air tawar.
5. JORAN (Rod)
6. PENGGULUNG / PENGGULUNG KENUR (Red)
7. KAIL DENGAN UMPAN ALAMI (Hooks for Bait Fishing)
8. KAIL DENGAN UMPAN TIRUAN (Hooks for Lures)
9. PERALATAN LAINNYA
KETENTUAN TENTANG CARA MANCING
KEADAAN DAN PERBUATAN YANG MENGAKIBATKAN DISKUALIFIKASI
Salah satu atau lebih ketentuan dan perbuatan berikut ini akan menyebabkan terjadinya diskualifikasi ikan hasil pancingan :
Tip - Tip Mancing
Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
- Usahakan membawa beberapa ukuran mata kail
- Jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi misalnya tidak adanya sambaran ikan besar terhadap umpan ubahlah mata kail ke ukuran yang lebih kecil. Mendapatkan ikan kecil lebih baik disbanding pulang tampa membawa ikan
- Jika menggunakan lebih dari satu set pancing usahakan menggunakan umpan yang berbeda
- Memancing bersama rekan pancing lainnya lebih baik daripada mincing sendiri,apabila rekan mu menggunakan teknik atau gaya memancing berbeda dan ia mendapatkan strike yang pertama janganlah malu untuk menerapkan teknik atau gaya memancing sepertinya
- Usahakan mengetahui apa ikan targetmu, ini akan menghindarkanmu dari hal membuang waktu percuma
- Apabila akan melakukan trip memancing biasakan mempersiapkan segala alat pancing dirumah
- Selalu mempertajam pisau pengiris umpan mu, jangan sampai waktu ingin digunakan pisau tersebut tidak bekerja dengan baik
- Mata kail berukuran kecil bisa mendapatkan ikan besar, mata kail besar belum tentu bisa mendapatkan ikan kecil
- Saat terbaik memancing ialah saat naiknya air pasang/kalau disungai saat air surut (dangkal)
- Sebelum melakukan trip memancing ketahuilah prakiraan cuaca,pasang surut air dan hal-hal lain yang berhubungan dengan alam
- Jika kamu melihat kawanan burung dilaut yang sedang menyambar ikan-ikan kecil dipermukaan maka hentikanlah kapal dan lemparan umpanmu disekitar burung tersebut, karena biasanya dibawahnya ada ikan pelagis ataupun ikan tongkol yang juga sedang memangsa ikan-ikan kecil yang ada dipermukaan tersebut
- Dua jam sebelum dan setelah mata hari terbenam dan dua jam sebelum dan setelah mata hari terbit adalah masa paling pruduktif untuk memancing
- Apabila melakukan trip memancing beritahulah keluargamu bahwa kamu akan melakukan trip memancing dan selalu bawalah hp yang baterainya terisi penuh
- Jika memacing disungai hendaklah jangan pergi sendiri karena kalau terjadi apa-apa dengan perahu atau anda tercebur ke sungai atau anda memancing didaerah yang masih alami dan banya kbuaya ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
- Jika ombak tinggi dan angina laut kencang janganlah pergi memancing terlalu jauh ketengah laut
- Cobala memancing dengan teknik popping apabila memancing di karang
- Ada satu pendapat mengatakan bahwa 90% adalah ikan yang ada diarea pemancingan dan 10% nya adalah teknik pemancing tersebut
- Jika kamu tidak mengenal spot pemancingan yang akan kamu datangi, carilah orang yang biasa memancing di spot tersebut dan mintalah nasehat ataupun pengetahuan tentang spot tersebut
- Selau menyimpan ikan setelah kamu mendapatkannya, itu akan membuat kodisi ikan tetap terjaga
- Ketahuilah pikiran ikan. Ikan mempunyai 3 pikiran, makan, berenang dan kawin.Maka kita harus mengetahui kapan mereka makan, bagaimana mereka berenang dan kapan mereka kawin
- Lumba-lumba adalah sahabat, jika mereka sedang mengikuti kapal atau perahu kita hendaklah melemparkan ikan kecil ataupun udang pada mereka
1. KENUR / KENUR UTAMA / TALI PANCING (Line)
- Wonofilamen, Multifilamen serta Multi core filamen dibenarkan untuk digunakan sebagai kenur utama.
- Ukuran kenur yang diperbolehkan terbagi menjadi 1 1 kelas, yaitu : 1 kg (2 lbs) ; 2 kg (4 lbs) ; 3 kg (6 lbs) ; 4 kg (8 lbs) ; 6 kg (12 lbs) ; 8 kg (16 lbs) ; 10 kg (20 lbs) ; 15 kg (30 lbs) ; 24 kg (50 lbs); 37 kg (80 lbs) ; dan 60 kg (130 lbs).
- Dilarang menggunakan kawat atau kabel logam sebagai kenur utama.
2. PENGGANJAL KENUR (Line backing)
- Ganjal yang tidak disambungkan langsung ke kenur utama diizinkan pemakaiannya tanpa pembatasan ukuran maupun bahannya.
- Bila pengganjal mempergunakan kenur yang kemudian disambungkan dengan kenur utama, maka klasifikasi hasil pancingan ditentukan berdasarkan kenur yang mempunyai kelas kenur yang paling besar. Ukurannya tidak boleh melebihi kelas 60 kg (130 pon) serta harus dari jenis kenur yang diperbolehkan dalam ketentuan ini.
3. TALI GANDA (Double line)
Penggunaan tali ganda tidak diharuskan, namun apabila digunakan harus memenuhi persyaratan berikut :
- Tali ganda hanya diizinkan dibuat langsung dari kenur utama yang dipergunakan untuk mancing.
- Panjang tali ganda diukur mulai dari awal simpul (knot), anyaman (braid), pilinan (splice) yang membuat tali ganda tersebut hingga keujung peralatan yang disambungkan dengan tali ganda itu berupa simpul, peniti (snap), kili-kili (swivel) atau alat lain yang berfungsi untuk menghubungkan tali ganda dengan tali pandu ; umpan liruan (lure) ; atau kail (hook).
- Ukuran tali ganda untuk mancing dilaut :
- Untuk kelas kenur 10 kg (20 pon) dan kelas-kelas dibawahnya, panjang maksimum yang diizinkan adalah 4,57 meter (15 kaki). Kombinasi panjang tali ganda dengan tali pandu (leader) tidak bolch lebih dari 6,10 meter (20 kaki).
- Untuk kelas-kelas kenur,diatas 10 kg (20 pon), panjang tali ganda dibatasi maksimum 9,14 meter (30 kaki). Kombinasi panjang tali ganda dan tali pandu tidak boleh melebihi 12,19 meter. (40 kali).
- Panjang tali ganda untuk mancing di air tawar, maksimum 1,82 meter (6 kaki) tanpa membedakan kelas kenur. Kombinasi panjang tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 3,04 meter (10 kaki)
4. TALI PANDU (Leader)
Penggunaan tali pandu tidak diharuskan, namun apabila digunakan harus memenuhi persyaratan benkut :
- Ukuran panjang tali pandu adalah panjang keseluruhan tali pandu itu sendiri, ditambah dengan panjang peralatan lain yang tersambung langsung dengan tali pandu tersebut, misalnya rangkaian kail, umpan tiruan dan sebagainya.
- Tali pandu harus tersambung dengan kenur utama atau tali ganda melalui simpul sambungan (knot), peniti (snap), kili-kili (swivel), atau dengan alat lain yang memang berfungsi untuk keperluan tersebut.
- Alat berbentuk apapun yang dapat membantu mempermudah memegang tali pandu (holding device) tidak boleh dipasang pada tali pandu.
- Tidak diadakan pembatasan mengenai bahan dan kekuatan tali pandu.
- Ukuran tali pandu untuk mancing di laut :
- Untuk kelas kenur 10 kg (20 pon) dan kelas-kelas di bawahnya, panjang maksimum yang diizinkan adalah 4m57 meter (15 kaki). Kombinasi panjang tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 6,10 meter (20 kaki).
- Untuk kelas-kelas kenur diatas 10 kg (20 pon), panjang tali pandu dibatasi maksimum hingga 9,14 meter (30 kaki). Kombinasi panjang tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 12,19 meter (40 kaki).
- Panjang tali pandu untuk mancing di air tawar maksimum 1,82 meter (6 kaki), tanpa membedakan kelas kenur. Kombinasi panjang tali pandu dan tali ganda tidak boleh lebih dari 3,04 meter (10 kaki)
Ukuran tertera untuk mancing air tawar.
5. JORAN (Rod)
- Joran harus sesuai dan serasi dengan tujuan etika serta kelaziman mancing. Berbagai bentuk dan ukuran joran boleh. digunakan, tetapi joran yang dapat memberikan keuntungan secara tidak jujur akan didiskwalifikasi. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghindari penggunaan joran yang tidak konvensionil atau tidak semestinya dipakai.
- Panjang tangkai joran (rod tip) minimum 101,60 cm (40 inci). Panjang gagang joran (rod butt) maksimum 68,58 cm (27 inci).
- Pengukuran harus dilakukan mulai dari titik dimana garis tengah penggulung bertemu dengan batang joran sampai keujung yang diukur. Pengukuran joran bergagang bengkok (curve butt) dilakukan secara lurus.
- Ketentuan ukuran ini tidak berlaku bagi joran untuk mancing dari pantai (Surf Casting Rod) yang memang mempunyai karakteristik tersendiri.
6. PENGGULUNG / PENGGULUNG KENUR (Red)
- Penggulung kenur harus sesuai dan serasi dengan tujuan etika serta kelaziman mancing.
- Penggulung dari jenis apapun yang digerakkan dengan daya listrik, motor, hidraulik, pegas, dan sebagainya yang bukan diputar dengan tangan- dilarang dipergunakan.
- Penggulung yang menggunakan engkol bergigi pengunci (ratched handle), dan yang bisa diputar dengan dua tangan secara bersamaan dilarang dipergunakan.
7. KAIL DENGAN UMPAN ALAMI (Hooks for Bait Fishing)
- Mancing dengan memakai umpan alami baik hidup maupun mati, hanya diperbolehkan dengan menggunakan paling banyak dua buah kail tunggal yang tertanam atau dipasang secara mantap pada umpan.
- Jarak antara dua mata kail tidak boleh lebih pendek dari panjang kail yang terpanjang. Pengecualian hanya apabila salah satu kail dimasukkan kedalam mata kail lainnya. Jarak terjauh dua mata kail maksimum 45,72 cm (18 inci).
- Kail tidak diperkenankan menjulur keluar dari umpan dan atau dipasang sehingga dapat berayun bebas. Kail berujung ganda dua atau tiga dilarang dipergunakan.
- d) Suatu rangkaian yang terdiri dari dua kail tunggal dibenarkan untuk mancing ikan dasar (bottom fishing) asalkan kedua kail tersebut dipasang pada tali pandu atau simpul gantung (dropper) yang berbeda. Kedua kail harus tertanam mantap pada umpan dan mempunyai jarak yang cukup agar pada saat ikan terpancing oleh salah satu kail tidak sampai terkait oleh kail lainnya.
- Semua pengajuan untuk mendapatkan pengakuan rekor atas ikan yang dipancing dengan rangkaian dua kail harus dilengkapi dengan foto atau gambar / sketsa yang menunjukkan bagaimana kedua kail tersebut dirangkai.
8. KAIL DENGAN UMPAN TIRUAN (Hooks for Lures)
- Bila menggunakan umpan tiruan dari jenis yang mempunyai jumbai atau bisa berlenggok, misalnya cumi tiruan (konehead), kail yang boleh disambungkan pada kenur atau tali pandu jumlahnya maksimum dua buah. Kail berujung banyak dilarang dipergunakan untuk jenis umpan semacam ini. Jarak antara kedua mata kail tidak boleh lebih pendek dari panjang kail yang terpanjang kecuali apabila salah satu kail dimasukkan kedalam mata kail yang lain. Jarak terjauh antara dua mata kail maksimum 30,48 cm (12 inci). Kail yang didepan (leading hook) seluruhnya harus berada didalam jumbai dan kail yang mengayun (trailing hook ) dilarang menjulur keluar lebih dari ukuran panjang kail itu sendiri. Apabila hanya menggunakan sebuah kail, sebagian atau seluruh kail harus berada didalam jumbai.
- Kail berujung ganda dua atau tiga boleh dipergunakan jika terpasang pada umpan tiruan yang berbentuk kaku dan memang dirancang oleh pabrik pembuatnya khusus menggunakan kail semacam itu, misalnya pada umpan tiruan berbentuk ikan (minnows lure). Jumlah kail yang terpasang paling banyak tiga buah, boleh berupa kail tunggal, kail berujung ganda dua atau tiga, atau kombinasi diantara ketiganya, namun setiap kail harus bisa bergerak secara bebas.
- cSemua pengajuan untuk mendapatkan pengakuan rekor atas ikan yang dipancing dengan menggunakan umpan tiruan harus disertai foto atau gambar/sketsa yang menunjukkan. dengan jelas jenis kail, jumlah kail, dan letak kail yang terpasang.
9. PERALATAN LAINNYA
a) KURSI AJAR (Fighting Chair)
Kursi ajar tidak boleh dilengkapi dengan alat penggerak mekanis yang dapat membantu mempermudah pemancing sewaktu mengajar ikan.
b) PENAHAN JORAN (Gimbals)
Penahan joran, baik yang berada di kursi ajar maupun yang terpasang di sabuk ajar (rod belt), harus bisa bergerak secara bebas, termasuk yang bisa bergerak secara vertikal. Semua jenis penahan joran yang dapat mengurangi perlawanan ikan atau memungkinkan pemancing dapit beristirahat selagi mengajar ikan, dilarang dipergunakan.
c) GANCO DAN JARING SESER (Gaffs and Nets)
Hanya kait tunggal yang dibenarkan digunakan sebagai ganco. Harpun atau tombak bertali dilarang dipergunakan. Ganco dan jaring seser yang dipergunakan untuk mengangkat ikan ke perahu atau ke darat panjang keseluruhahanya maksimum 2,43 meter (8 kaki). Tetapi untuk mancing di jembatan, dermaga, atau ditempat yang letaknya jauh dari permukaan air, ketentuan tentang ukuran panjang ganco dan jaring seser boleh tidak diberlakukan. Ganco bergagang (fixed gaffi) yang diberi tambahan tali, atau ganco bertali (flying gaffii), panjang tali yang diizinkan maksimum 9,14 meter (30 kaki). Pengukuran untuk panjang tali dari ganco lepas bertali dimulai dari tempat dimana tali diikatkan sampai keujung tali lainnya. Hanya panjang efektif yang diperhitungkan.
d) PELAMPUNG / KUMBUL (Float)
Pelampung yang diizinkan yaitu kumbul kecil yang hanya berfungsi untuk menetapkan posisi kedalaman umpan. Segala macam bentuk pelampung yang dapat mengurangi perlawanan ikan yang terpancing dilarang dipergunakan.
e) JALA / JARING / ALAT PENJERAT (Entangling Device)
Semua alat yang dapat menjerat ikan, baik dengan maupun tanpa kail dilarang digunakan selama mancing. Termasuk dalam larangan ini adalah penggunaan untuk mencari ikan yang akan digunakan sebagai umpan (baiting).
f) TIANG PENGHELA (Outrigger), BANDUL PENGHELA (Dowrigger) dan LAYANG - LAYANG (Kite)
Tiang penghela. bandul penghela, dan layang-layang boleh dipergunakan asalkan hubungan kenur utama dengan alat-alat tersebut dilakukan melalui alat penjepit yang bisa terlepas (snap/release clip). Tali ganda dan tali pandu tidak boleh dihubungkan dengan. alat penjepit, baik secara langsung maupun melalui suatu alat lain lagi.
g) TALIPENGAMAN(SafetyLine)
Tali pengaman boleh dihubungkan ke joran asalkan tidak berfungsi untuk membantu pemancing mengajar ikan.
Kursi ajar tidak boleh dilengkapi dengan alat penggerak mekanis yang dapat membantu mempermudah pemancing sewaktu mengajar ikan.
b) PENAHAN JORAN (Gimbals)
Penahan joran, baik yang berada di kursi ajar maupun yang terpasang di sabuk ajar (rod belt), harus bisa bergerak secara bebas, termasuk yang bisa bergerak secara vertikal. Semua jenis penahan joran yang dapat mengurangi perlawanan ikan atau memungkinkan pemancing dapit beristirahat selagi mengajar ikan, dilarang dipergunakan.
c) GANCO DAN JARING SESER (Gaffs and Nets)
Hanya kait tunggal yang dibenarkan digunakan sebagai ganco. Harpun atau tombak bertali dilarang dipergunakan. Ganco dan jaring seser yang dipergunakan untuk mengangkat ikan ke perahu atau ke darat panjang keseluruhahanya maksimum 2,43 meter (8 kaki). Tetapi untuk mancing di jembatan, dermaga, atau ditempat yang letaknya jauh dari permukaan air, ketentuan tentang ukuran panjang ganco dan jaring seser boleh tidak diberlakukan. Ganco bergagang (fixed gaffi) yang diberi tambahan tali, atau ganco bertali (flying gaffii), panjang tali yang diizinkan maksimum 9,14 meter (30 kaki). Pengukuran untuk panjang tali dari ganco lepas bertali dimulai dari tempat dimana tali diikatkan sampai keujung tali lainnya. Hanya panjang efektif yang diperhitungkan.
d) PELAMPUNG / KUMBUL (Float)
Pelampung yang diizinkan yaitu kumbul kecil yang hanya berfungsi untuk menetapkan posisi kedalaman umpan. Segala macam bentuk pelampung yang dapat mengurangi perlawanan ikan yang terpancing dilarang dipergunakan.
e) JALA / JARING / ALAT PENJERAT (Entangling Device)
Semua alat yang dapat menjerat ikan, baik dengan maupun tanpa kail dilarang digunakan selama mancing. Termasuk dalam larangan ini adalah penggunaan untuk mencari ikan yang akan digunakan sebagai umpan (baiting).
f) TIANG PENGHELA (Outrigger), BANDUL PENGHELA (Dowrigger) dan LAYANG - LAYANG (Kite)
Tiang penghela. bandul penghela, dan layang-layang boleh dipergunakan asalkan hubungan kenur utama dengan alat-alat tersebut dilakukan melalui alat penjepit yang bisa terlepas (snap/release clip). Tali ganda dan tali pandu tidak boleh dihubungkan dengan. alat penjepit, baik secara langsung maupun melalui suatu alat lain lagi.
g) TALIPENGAMAN(SafetyLine)
Tali pengaman boleh dihubungkan ke joran asalkan tidak berfungsi untuk membantu pemancing mengajar ikan.
KETENTUAN TENTANG CARA MANCING
- Terhitung mulai saat umpan disambar ikan (strike), pemancing dengan tenaganya sendiri harus mengaitkan kail (hook), mengajar ikan (fight), dan mengangkat ikan keatas perahu atau ke daratan, tanpa dibantu oleh orang lain kecuali yang diperbolehkan dalam ketentuan ini.
- 2. Apabila ikan menyambar umpan dari joran yang terletak di penaruh joran (rod holder), secepatnya pemancing harus mengangkat joran tersebut dari penaruhnya. Maksud ketentuan ini adalah agar pemancing mengaitkan kail dengan joran yang sudah berada ditangan.
- Dalam hal terjadi lebih dari satu sambaran pada pancing-pancing yang dipasang olehh scorang pemancing, hanya ikan yang pertama diajar oleh pemancing itu yang sah untuk diajukan sebagai rekor.
- 4. Pemancing yang menggunakan tali ganda harus mentaati ketentuan bahwa waktu yang dipergunakan untuk mengajar ikan harus lebih banyak dihabiskan dengan menggunakan kenur utama daripada dengan tali ganda.
- Pelana ajar (harness) boleh dihubungkan dengan joran atau penggulung kenur tetapi tidak ke kursi ajar. Pemasangan pelana ajar boleh dibantu oleh orang lain.
- Sabuk ajar (rod belt) atau penahan joran pada pinggang (waist gimbal) boleh digunakan.
- Pada saat tali pandu telah menyentuh ujung joran atau sudah dapat dijangkau tangan, pemancing boleh dibantu orang lain
- Dengan cara meraih, menahan, dan menarik tali pandu agar ikan yang terpancing dapat didekatkan ke perahu.
- Ketentuan tentang peralatan dan cara mancing tetap berlaku hingga ikan hasil pancingan selesai ditimbang.
KEADAAN DAN PERBUATAN YANG MENGAKIBATKAN DISKUALIFIKASI
Salah satu atau lebih ketentuan dan perbuatan berikut ini akan menyebabkan terjadinya diskualifikasi ikan hasil pancingan :
- Melanggar ketentuan tentang peralatan dan cara mancing yang sudah ditetapkan.
- Pada saat umpan disambar ikan sampai ikan diangkat atau dilepas kembali, terdapat orang lain yang menyentuh joran, penggulung, kenur, atau tali ganda, baik secara langsung maupun dengan suatu alat tertentu.
- Mengajar ikan sambil membiarkan joran tetap berada dipenaruhnya.
- Menarik ikan dengan menggunakan tangan atau memasang tali lain pada kenur utama atau tali pandu, dengan tujuan agar ikan mudah ditahan dan diangkat.
- Menembak, menombak, atau melukai ikan yang sedang dipancing.
- Merangsang (chumming) atau memakai umpan yang berasal dari daging, darah, atau bagian lain dari binatang mamalia.
- Menggunakan perahu atau peralatan lain untuk menggiring ikan yang terpancing ketempat dangkal sehingga mengurangi kemampuan perlawanan ikan.
- Mengganti joran dan atau penggulung kenur selagi mengajar ikan.
- Menyambung, melepas, atau menambah kenur selagi mengajar ikan.
- Secara sengaja melakukan salah pancing, yaitu mengaitkan kail diluar mulut ikan.
- Mancing ikan dengan keadaan tali ganda belum sampai melewati ujung joran.
- Menggunakan umpan berupa ikan yang jenis dan atau ukurannya dilarang pemerintah.
- Mengikatkan atau menempelkan kenur dan atau tali pandu kebadan perahu atau ke benda lain dengan maksud untuk menahan dan atau mengangkat ikan.
- Bila ikan terlepas sebelum sempat digaco atau ditangkap jaring seser kemudian ditangkap dengan suatu cara tertentu yang bukan termasuk cara mancing menurut ketentuan.
- Joran patah sewaktu mengajar ikan sehingga ukurannya tidak sesuai lagi dengan ketentuan atau sudah berubah dari karakteristik semula.
- Ikan hasil pancingan cacat akibat gigitan ikan hiu atau ikan lainnya, binatang lain, terkena baling-baling, atau sebab-sebab lain apapun yang menyebabkan ikan cedera hingga tidak dapat melawan atau mati. Namun cedera yang disebabkan oleh kenur atau tali pandu, tergores, bekas luka lama, atau berubah bentuk karena regenerasi, tidak. dianggap sebagai luka yang bisa mengakibatkan diskwalifikasi. Luka-luka pada ikan harus ditunjukkan dalam foto disertai penjelasan lengkap tersendiri sewaktu diajukan untuk rekor.
- Seekor ikan terpancing atau terbelit oleh lebih dari satu tali pancing.
tips mancing
Tips Singkat Memancing Ikan
Bapak Rosidi dari Puri Dewata Fishing Club membagikan sedikit tips dan tricks-nya untuk Anda semua.
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu lokasi memancing ikan dimana satu sama lain memiliki karakteristik yang jauh berbeda.
Faktor lokasi ini terbagi 2 (dua) yaitu :
1. Memancing di sungai atau empang atau di muara
2. Memancig di laut.
Peralatan memancing secara umum yang diperlukan adalah
- Tongkat pancing beserta reel nya.
- Umpan (udang, cacing, pelet atau racikan sendiri)
- Mata kail
- Tang yang berbentuk lancip ( digunakan jika jari tertusuk kail )
- Pelampung kecil
- Tempat menyimpan tangkapan
- Rompi khusus memancing
Memancing di sungai/muara
Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail. Jumlah mata kail dalam setiap tongkat pancing minimal 2 mata kail, dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10 cm samapai 15 cm
Memancing di Empang atau Tambak
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan mujair dan sejenisnya, umpan yang digunakan adalah cacing atau lumut hijau.
Untuk setting alat pancing di lokasi ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada diatas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,5 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper.
Untuk media memancing di laut dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu
1. Memancing di tepi laut
2. Memancing di tengah laut
Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai
Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut
Memancing di tengah laut
Memancing ikan adalah hobi yang cukup menghibur bagi sebagian orang. Dengan melatih kesabaran dan menikmati kesunyian, salah satu bentuk rekreasi warga ini berkembang jumlah penggemarnya.
Jika Anda sedang menikmati perjalanan menuju Bandara memasuki area Pantai Indah Kapuk pada akhir pekan, di kanan kiri jalan bisa terlihat rawa atau empang yang dipenuhi orang untuk memancing
Agar lebih sempurna, kegiatan memancing ini memiliki beberapa tips dan trick yang bisa dipraktekkan langsung agar lebih efektif, lebih baik dan menjadikan kegiatan memancing tidak membosankan.
Bapak Rosidi dari Puri Dewata Fishing Club membagikan sedikit tips dan tricks-nya untuk Anda semua.
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu lokasi memancing ikan dimana satu sama lain memiliki karakteristik yang jauh berbeda.
Faktor lokasi ini terbagi 2 (dua) yaitu :
1. Memancing di sungai atau empang atau di muara
2. Memancig di laut.
Peralatan memancing secara umum yang diperlukan adalah
- Tongkat pancing beserta reel nya.
- Umpan (udang, cacing, pelet atau racikan sendiri)
- Mata kail
- Tang yang berbentuk lancip ( digunakan jika jari tertusuk kail )
- Pelampung kecil
- Tempat menyimpan tangkapan
- Rompi khusus memancing
Memancing di sungai/muara
Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail. Jumlah mata kail dalam setiap tongkat pancing minimal 2 mata kail, dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10 cm samapai 15 cm
Memancing di Empang atau Tambak
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan mujair dan sejenisnya, umpan yang digunakan adalah cacing atau lumut hijau.
Untuk setting alat pancing di lokasi ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada diatas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,5 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper.
Untuk media memancing di laut dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu
1. Memancing di tepi laut
2. Memancing di tengah laut
Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai
Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut
Memancing di tengah laut
Persiapan memancing ditengah laut adalah alat pancing dan umpan yang biasanya menggunakan cumi utuh. Setting alat pancing menggunakan ada 2 cara dan biasanya digunakan untuk memancing ikan pada kedalaman ≤ 100 meter
Pertama, setting umpan gantung, yaitu posisi umpan berada antara permukaan air laut dan dasar laut dengan menggunakan lebih dari 2 mata kail. Ini untuk memancing ikan jenis barakuda, bawal atau tongkol. Kedua setting umpan diatas permukaan, posisi umpan ada kira-kira 2 atau 3 meter dibawah pelampung. Setting umpan seperti ini adalah untuk memancing ikan seperti ikan layur dan cakalang
Untuk memancing ditengah laut terdapat pula sejenis umpan buatan yang terbuat dari plastik mengkilap. Umpan seperti ini bisa diperoleh di toko pancing, bentuk dan warnanya bisa menarik perhatian ikan yang melintas di sekitar mata kail.
Tips yang tidak kalah penting untuk memancing ditengah laut adalah hindari memancing pada waktu terang bulan karena pada waktu terang bulan permukaan laut terang sehingga memungkinkan ikan mencari mangsa lewat bantuan sinar bulan. Dan demi keaamanan dan keselamatan kita, hindari memancing pada waktu musim angin barat atau musim penghujan
Yang sedang menjadi trend saat ini adalah memancing ikan bandeng. Ikan bandeng biasanya mencari makan di atas permukaan air sehingga cara setting jarak antara pelampung dan mata kailnya adalah ± 5 cm samapai 10 cm. Umpan yang digunakan umumnya memakai pellet yang juga mudah didapat di toko pancing.
tips mancing
Tips Singkat Memancing Ikan
Bapak Rosidi dari Puri Dewata Fishing Club membagikan sedikit tips dan tricks-nya untuk Anda semua.
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu lokasi memancing ikan dimana satu sama lain memiliki karakteristik yang jauh berbeda.
Faktor lokasi ini terbagi 2 (dua) yaitu :
1. Memancing di sungai atau empang atau di muara
2. Memancig di laut.
Peralatan memancing secara umum yang diperlukan adalah
- Tongkat pancing beserta reel nya.
- Umpan (udang, cacing, pelet atau racikan sendiri)
- Mata kail
- Tang yang berbentuk lancip ( digunakan jika jari tertusuk kail )
- Pelampung kecil
- Tempat menyimpan tangkapan
- Rompi khusus memancing
Memancing di sungai/muara
Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail. Jumlah mata kail dalam setiap tongkat pancing minimal 2 mata kail, dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10 cm samapai 15 cm
Memancing di Empang atau Tambak
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan mujair dan sejenisnya, umpan yang digunakan adalah cacing atau lumut hijau.
Untuk setting alat pancing di lokasi ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada diatas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,5 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper.
Untuk media memancing di laut dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu
1. Memancing di tepi laut
2. Memancing di tengah laut
Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai
Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut
Memancing di tengah laut
Memancing ikan adalah hobi yang cukup menghibur bagi sebagian orang. Dengan melatih kesabaran dan menikmati kesunyian, salah satu bentuk rekreasi warga ini berkembang jumlah penggemarnya.
Jika Anda sedang menikmati perjalanan menuju Bandara memasuki area Pantai Indah Kapuk pada akhir pekan, di kanan kiri jalan bisa terlihat rawa atau empang yang dipenuhi orang untuk memancing
Agar lebih sempurna, kegiatan memancing ini memiliki beberapa tips dan trick yang bisa dipraktekkan langsung agar lebih efektif, lebih baik dan menjadikan kegiatan memancing tidak membosankan.
Bapak Rosidi dari Puri Dewata Fishing Club membagikan sedikit tips dan tricks-nya untuk Anda semua.
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu lokasi memancing ikan dimana satu sama lain memiliki karakteristik yang jauh berbeda.
Faktor lokasi ini terbagi 2 (dua) yaitu :
1. Memancing di sungai atau empang atau di muara
2. Memancig di laut.
Peralatan memancing secara umum yang diperlukan adalah
- Tongkat pancing beserta reel nya.
- Umpan (udang, cacing, pelet atau racikan sendiri)
- Mata kail
- Tang yang berbentuk lancip ( digunakan jika jari tertusuk kail )
- Pelampung kecil
- Tempat menyimpan tangkapan
- Rompi khusus memancing
Memancing di sungai/muara
Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail. Jumlah mata kail dalam setiap tongkat pancing minimal 2 mata kail, dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10 cm samapai 15 cm
Memancing di Empang atau Tambak
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan mujair dan sejenisnya, umpan yang digunakan adalah cacing atau lumut hijau.
Untuk setting alat pancing di lokasi ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada diatas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,5 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper.
Untuk media memancing di laut dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu
1. Memancing di tepi laut
2. Memancing di tengah laut
Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai
Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut
Memancing di tengah laut
Persiapan memancing ditengah laut adalah alat pancing dan umpan yang biasanya menggunakan cumi utuh. Setting alat pancing menggunakan ada 2 cara dan biasanya digunakan untuk memancing ikan pada kedalaman ≤ 100 meter
Pertama, setting umpan gantung, yaitu posisi umpan berada antara permukaan air laut dan dasar laut dengan menggunakan lebih dari 2 mata kail. Ini untuk memancing ikan jenis barakuda, bawal atau tongkol. Kedua setting umpan diatas permukaan, posisi umpan ada kira-kira 2 atau 3 meter dibawah pelampung. Setting umpan seperti ini adalah untuk memancing ikan seperti ikan layur dan cakalang
Untuk memancing ditengah laut terdapat pula sejenis umpan buatan yang terbuat dari plastik mengkilap. Umpan seperti ini bisa diperoleh di toko pancing, bentuk dan warnanya bisa menarik perhatian ikan yang melintas di sekitar mata kail.
Tips yang tidak kalah penting untuk memancing ditengah laut adalah hindari memancing pada waktu terang bulan karena pada waktu terang bulan permukaan laut terang sehingga memungkinkan ikan mencari mangsa lewat bantuan sinar bulan. Dan demi keaamanan dan keselamatan kita, hindari memancing pada waktu musim angin barat atau musim penghujan
Yang sedang menjadi trend saat ini adalah memancing ikan bandeng. Ikan bandeng biasanya mencari makan di atas permukaan air sehingga cara setting jarak antara pelampung dan mata kailnya adalah ± 5 cm samapai 10 cm. Umpan yang digunakan umumnya memakai pellet yang juga mudah didapat di toko pancing.
Langganan:
Postingan (Atom)